10 Tragedi Kapal Tenggelam Paling Mematikan di Dunia

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

MV Wilhelm Gustloff

MV Wilhelm Gustloff: Dirancang sebagai kapal pesiar, MV Wilhelm Gustloff sebelum Perang Dunia II membawa turis dan diubah jadi kapal medis oleh Nazi tahun 1939, kemudian jadi barak terapung. 30 Januari 1945, Gustloff berlayar keluar dari pelabuhan dan diperkirakan menampung 7.000 hingga 10.000 orang. Sekitar pukul 21.00, kapal selam Soviet meluncurkan tiga torpedo menghantam sisi kirinya. Hanya 1.200 dari sekitar 10.000 orang selamat lantaran upaya pemindahan tersendat es. Kurang dari sejam setelah serangan, Gustloff tenggelam di Laut Baltik. Diperkirakan 6.000 hingga 9.000 nyawa hilang. Foto: Wikipedia

MV Dona Paz

MV Dona Paz: MV Dona Paz adalah kapal feri penumpang buatan Onomichi Zosen dari Hiroshima, Jepang, dan terdaftar di Filipina. Di 20 Desember 1987, dia tabrakan dengan kapal tanker minyak Vector saat melakukan perjalanan dari Pulau Leyte menuju Manila. Kapal itu sangat penuh sesak, dan lebih dari 2.000 penumpang tidak tercantum dalam manifes. Insiden itu menyebabkan tenggelamnya Dona Paz, dengan perkiraan korban tewas sebanyak 4.385 orang. Hanya 26 orang nan selamat.  Foto: Safety4sea

RMS Lancastria

RMS Lancastria: RMS Lancastria adalah kapal laut nan diminta pemerintah Inggris saat Perang Dunia II sebagai bagian dari "Operasi Udara". Ini adalah pemindahan lanjutan pasukan Inggris dari Prancis dua minggu setelah pemindahan utama Dunkirk. Di 17 Juni 1940, Lancastria ditenggelamkan di pelabuhan St. Nazaire Prancis ketika evakuasi. Muatannya jauh melampaui kapasitasnya. Perkiraan menunjukkan antara 4.000 hingga 7.000 orang kehilangan nyawa. Mereka nan selamat, diselamatkan oleh sebuah kapal mini nan diserang dari udara terus menerus. Foto: Wikipedia

SS Kiangya

SS Kiangya: Tahun 1948, Perang Saudara China di tahap akhir, kekuatan Komunis di atas angin. Akibatnya, puluhan ribu orang kabur dari kubu Nasionalis di Shanghai. SS Kiangya adalah kapal uap penumpang China nan bekerja membawa pengungsi. Di 4 Desember 1948, kapal ini mengangkut beberapa ribu orang lebih banyak dari kapasitas. Kapal itu meledak di muara Sungai Huangpu, kemungkinan besar setelah menabrak ranjau era Perang Dunia II. Insiden ini mematikan nyaris 4.000 orang, hanya sekitar 1.000 selamat. Hebatnya, bangkainya sukses diambil tahun 1956, dan direnovasi, sehingga dapat digunakan kembali. Foto: Wikipedia

MV Le Joola

MV Le Joola: MV Le Joola adalah kapal feri pemerintah Senegal nan terbalik di lepas pantai Gambia pada tanggal 26 September 2002, mengakibatkan 1.863 orang tewas dan hanya 64 orang selamat. Kapal feri itu berlayar dari Ziguincho ke Dakar ketika mengalami angin besar hebat. Kapal tersebut hanya diizinkan untuk berlayar di perairan nan lebih dangkal. Dari 2.000 penumpang, sekitar setengahnya tidak mempunyai tiket. Banyak penumpang tidur di dek, sehingga menambah ketidakstabilan. Foto: Wikipedia

SS Sultana

SS Sultana: 27 April 1865, terjadi kecelakaan maritim terburuk dalam sejarah Amerika Serikat. SS Sultana meledak di Sungai Missisipi. Perang sipil baru berhujung beberapa minggu sebelumnya dan kapal itu membawa banyak tahanan perang untuk dibebaskan. Pemerintah bayar tinggi operatornya, tapi malah dikorupsi sehingga kerusakan kapal tidak diperbaiki dan membawa penumpang berlebihan. Mesinnya meledak, mengakibatkan sekitar 1.800 orang meninggal dunia. Foto: Wikipedia

Kapal milik penduduk Australia, Mr Kieren Taylor, terapung berhari-hari di lautan usai dihempas badai. Kapal tersebut akhirnya terdampar di perairan NTT (dok Polda NTT)

Neptune: Neptune adalah kapal feri nan berlayar dari Port-au-Prince ke Jeremie, Haiti, dengan sekitar 2.000 penumpang, jauh di atas kapasitasnya. Di 17 Februari 1993, kapal ini menghadapi gelombang ganas. Para penumpang bergegas ke dek atas, di mana himpitan orang menyebabkan dek tersebut runtuh dan menimpa orang di bawahnya. Kapal tersebut akhirnya terbalik dan tenggelam. Upaya pengamanan tak terorganisir. Hanya beberapa ratus orang sukses diselamatkan. Penumpang dan awak nan tersisa, diperkirakan sekitar 1.500 orang, tewas dalam musibah tersebut. Foto: ilustrasi

Ilustrasi kapal tenggelam alias kecelakaan kapal(Dok detikcom)

Taiping: 27 Januari 1949, kapal uap China berjulukan Taiping karam setelah menabrak kapal lain saat melaju dari China ke Taiwan. Diperkirakan, kapal ini membawa lebih dari 1.500 penumpang, termasuk banyak pengungsi nan kabur dari Perang Sipil China. Kapal Taiping berlayar di malam hari tanpa lampu sebelum menabrakkapal lebih kecil. Lebih dari 1.500 penumpangnya tewas, hanya 23 orang selamat. Foto: Ilustrasi kapal tenggelam (Dok detikcom)

Computer generated 3D illustration with the historic passenger ship Titanic on the high seas in black and white

Titanic: Tragedi Titanic mungkin merupakan kecelakaan kapal paling terkenal, meski bukan nan terbesar. Pada pelayaran perdana 15 APril 1912, Titanic menabrak gunung es saat melaju dari Southampton ke New York. Lebih dari 1.500 penumpang tewas dalam tragedi itu dan menimbulkan kehebohan di dunia, hingga kemudian menjadi movie box office. Foto: Getty Images/iStockphoto/MR1805

Castillo de Olite

Castillo de Olite: Awalnya diluncurkan di Belanda sebagai Zaandijk pada tahun 1920. Tahun 1938, selama Perang Saudara Spanyol, Angkatan Laut Nasionalis Spanyol menangkap kapal tersebut dan menamainya Castillo de Olite. Jelang akhir perang sebagai kapal pasukan pasukan nasionalis, Castillo de Olite tenggelam, salah satu musibah maritim paling mematikan dalam sejarah Spanyol. Dari 2.112 penumpang, 1.476 orang tewas, 342 orang luka-luka, dan 294 orang ditangkap. Foto: Interestingengineering