7 Alasan Ibu Pakai Pompa ASI saat Menyusui Anak

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Tanggal 27 Januari memperingati Hari Memompa ASI Sedunia alias nan disebut juga sebagai World Breast Pumping Day. Peringatan ini merupakan sebuah arena untuk merayakan dedikasi dan kasih sayang nan ditunjukkan para orang tua dalam memberi makanan untuk si buah hati.

Hari Memompa ASI Sedunia juga bermaksud untuk menghargai pilihan nan diambil para ibu untuk memberikan nan terbail bagi bayi mereka, termasuk dengan langkah memompa ASI.

Dikutip dari situs resmi Snugabell, banyak ibu menyusui nan memompa ASI sering merasa tersisihkan. Mereka merasa tidak betul-betul menyusui lantaran tidak melakukannya secara langsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktanya, apapun metode nan digunakan untuk menyusui si mini tergantung pada preferensi masing-masing. Apa nan efektif bagi satu orang belum tentu bertindak juga bagi nan lain.

Selain itu, ada sejumlah aspek nan terkadang mengharuskan si ibu untuk memompa ASI, baik itu lantaran argumen medis maupun nan lainnya.

Dikutip dari situs Breastpumps, berikut sederet argumen ibu memompa ASI saat menyusui.

1. Harus kembali bekerja

Tuntutan ekonomi kerap mengharuskan kedua orang tua untuk bekerja. Tentunya perihal ini tidak mungkin dilakukan oleh ibu nan menyusui bayinya secara langsung.

Dengan memompa ASI, ibu tetap bisa menyusui bayinya tanpa menyita banyak waktu dari pekerjaan. Selain itu, menyetok ASI juga memungkinkan personil family lain untuk menyusui bayi ketika si ibu bekerja.

2. Bayi prematur alias sakit

Bayi nan terlahir prematur umumnya mempunyai kondisi bentuk nan lemah sehingga tidak bisa menyusu secara langsung. Memompa ASI merupakan salah satu langkah untuk memastikan kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.

Selain itu, rutin memompa ASI juga dapat merangsang tetek sehingga tetap memproduksi dan mempertahankan suplai ASI ketika bayi sedang tidak menyusu secara langsung.

3. Memberi waktu untuk beristirahat

Menyusui bisa menjadi aktivitas nan sangat menguras tenaga. Dengan memompa ASI, ibu menyusui bisa menyiapkan stok nan nantinya dapat digunakan personil family lain untuk menyusui si kecil. Dengan begitu, ibu mempunyai waktu untuk beristirahat sejenak sebelum kembali menyusui.

4. Mengeluarkan puting tetek nan 'mendelep'

Beberapa ibu mempunyai puting tetek nan masuk ke dalam seperti terbenam alias tertarik ke dalam (inverted nipple), sehingga menyulitkan untuk menyusui. Alat pemompa ASI dapat membantu mengeluarkan puting tetek sehingga memungkinkan si ibu untuk menyusui.

5. Menyusui lebih dari satu bayi

Menyusui lebih dari satu anak, alias bayi kembar, bisa menjadi perihal nan sangat melelahkan. Apalagi jika para bayi kudu menyusu di waktu nan bersamaan. Karenanya, memompa ASI dapat mengurangi beban kerja ibu nan kudu menyusui lebih dari satu anak.

6. Sebagai stok cadangan

Memompa ASI juga sering dilakukan untuk mempersiapkan stok persediaan nan digunakan ketika si ibu tidak bisa menyusui secara langsung. Misalnya, ketika sedang bekerja, sakit, tidur, dan lain sebagainya.

7. Meredakan nyeri

Beberapa ibu bisa memproduksi ASI dalam jumlah nan sangat banyak sehingga menyebabkan tetek sigap penuh dan merasa nyeri. Dengan memompa, ibu dapat mengeluarkan kelebihan ASI dan meredakan nyeri nan dirasakan.

Simak Video "Pentingnya ASI Eksklusif untuk Cegah Pneumonia pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(ath/suc)