AI Tak Gantikan Peran Manusia, Malah Buka Lowongan Kerja Baru

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Kecerdasan buatan (AI) dikhawatirkan bakal menggeser peran manusia di beragam sektor pekerjaan. Walau begitu, di sisi lain teknologi ini rupanya punya akibat positif, nan mana bisa melahirkan pekerjaan baru.

Pernyataan itu datang dari Irzan Raditya, Founder Kata.ai. Dirinya pun memberikan contohnya seperti AI Trainer. Hal ini mengingat, bahwa teknologi ini merupakan machine learning.

"Karena mesin AI juga disuruh belajar jadi kita sekarang ada pekerjaan AI Trainer, jika di customer service seperti gimana AI bisa mengerti emosi," jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini dijelaskannya dalam aktivitas Ngobrolin Peristiwa Teknologi dan Informasi (Ngopi) nan mengusung tema 'Open AI Open World. Acarnya dilaksanakan di Midaz Senayan Golf, Jakarta, Sabtu (27/01/2023).

Lanjut, Irzan mencontohkan dari upaya nan dijalankan perusahaannya. Kata dia, kata.ai punya konsentrasi membangun chatbot bagi beberapa perusahaan, untuk keperluan customer service.

Nah kendati demikian, kemunculan chatbot nan dia kembangkan tidak menghapus pekerjaan customer service. Bahkan perannya tetap dibutuhkan untuk beberapa hal, nan tidak dapat ditangani oleh sistem.

"Jadi pas kami pertama bikin AI terutama untuk customer service kami mau pengguna dapat jawaban nan tepat, sigap dan akurat. Setelah dilihat ada 70% efisiensi di customer service, namun apakah customer service dirumahkan? kami justru memandang ada alih fungsi, misal pertanyaan nan bisa dijawab oleh sistem itu dijawab oleh Chatbot tapi nan sifatnya belum bisa dijawab oleh sistem maka dijawab oleh manusia," ungkap Irzan.

Irzan menambahkan bahwa ke depannya manusia kudu beradaptasi dengan kehadiran AI. Ia juga berpesan bahwa dalam memberi perintah kepada AI, manusia kudu mengedepankan pemikiran kritis.

Mengapa demikian? Karena AI merupakan perangkat nan bisa diakses oleh siapa saja.

"Kita kudu adaptasi, kita kudu ngoprek dulu sekarang, kedua lantaran AI ini open tools kita kudu critical thinking agar bisa memberi brief secara kritis ke AI," pungkas Irzan.

Simak Video "Inovasi AI Mendominasi di Pameran Teknologi CES 2024"
[Gambas:Video 20detik]

(hps/afr)