Angka Stunting RI Tembus 21 Persen, Kalah Jauh dari Singapura dan Thailand

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengungkapkan tingginya kasus stunting di Indonesia. Jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga seperti Thailand dan Singapura, Indonesia apalagi mempunyai prevalensi nan condong jauh lebih tinggi.

"Menurut info di tahun 2022, prevalensi stunting Indonesia itu di nomor 21,6 persen. Malaysia di bawah kita 20,9 persen, Thailand jauh di bawah kita 12,3 persen, Jepang 5,5 persen, malah singapura hanya 2,8 persen," ucap Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes Lovely Daisy, MKM ketika ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Kamis (25/1/2024).

Daisy mengatakan berasas rekomendasi WHO, prevalensi stunting di bawah 5 persen seperti nan dimiliki Singapura termasuk sangat rendah. Capaian tersebut sangat baik jika dibandingkan dengan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan ada beberapa aspek nan menyebabkan jarak nan cukup jauh dalam prevalensi kasus stunting Indonesia dengan negara-negara tetangga. Beberapa aspek nan dimaksud adalah tetap tingginya nomor penyakit pada anak hingga tetap kurangnya pengetahuan atas pemberian gizi cukup pada anak.

"Kalau punya anak itu pasti kelak berat badannya tidak naik, itu jangan sampai terjadi. Salah satu pencegahannya adalah dengan imunisasi dan jangan sampai gizinya itu kurang," jelas Daisy.

Konsumsi makanan pada anak kudu memperhatikan gizi makro dan mikro nan tercukupi bagi anak. Gizi makro meliputi karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara gizi mikro meliputi vitamin dan mineral.

Menurut Daisy, pendidikan dan kondisi ekonomi masyarakat di Indonesia juga memberikan pengaruh. Misalnya orang tua nan tidak dapat memberikan makanan tertentu lantaran harganya nan mahal alias juga bisa lantaran tidak mengerti bahwa anak sangat memerlukan protein hewani.

Selain itu, Daisy juga menyoroti kualitas sanitasi nan tetap jelek di beberapa wilayah.

"Ada nan lain juga misalnya di rumah tidak mempunyai jamban, sehingga anak diare itu berat badannya tidak bakal naik, alias malah turun. Itu faktor-faktor kenapa stunting tinggi lantaran penyakitnya anak tetap tinggi, konsumsi gizi anak juga tetap rendah," pungkasnya.

Simak Video "Berkat Aplikasi SIMPATI Angka Stunting Sumedang Turun Drastis"
[Gambas:Video 20detik]
(avk/kna)