Awas, Kurang Tidur Bisa Memperpendek Umur! Ada Bukti Ilmiahnya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Tidur nan cukup bisa memberikan kesempatan bagi tubuh untuk recover dari beragam kerusakan nan dialami. Karenanya, kurang tidur bisa memberikan akibat nan serius dalam jangka panjang.

Salah satunya dibuktikan dalam sebuah penelitian di Journal of The American Heart Association. Penelitian tahun 2019 tersebut menyebut, kurang tidur bisa menjadi salah satu aspek akibat kematian akibat stroke dan serangan jantung.

Pada pengidap tekanan hipertensi dan diabetes, akibat kematian akibat gangguan kardiovaskular meningkat dua kali lipat ketika seseorang tidur kurang dari 6 jam dalam semalam. Tekanan hipertensi dan glukosuria sendiri merupakan aspek akibat penyakit jantung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan lain dalam penelitian tersebut mengungkap, seseorang nan pernah mengalami stroke dan serangan jantung punya akibat 3 kali lipat untuk meninggal lantaran kanker jika tidur kurang dari 6 jam dalam semalam.

Kabar baiknya, tidur lebih dari 6 jam sehari menghindarkan seseorang dari akibat kematian awal akibat kanker maupun karena lain. Bahkan ketika orang tersebut punya riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, maupun pernah serangan jantung.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa tidur nan normal bisa memberikan perlindungan bagi beberapa orang dengan kondisi dan akibat kesehatan tersebut," kata Julio Fernandez-Mendoza nan memimpin penelitian tersebut, dikutip dari EverydayHealth.

Simak Video "Perhatikan Durasi Tidur untuk Hindari Risiko Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)