Bayi di Gaza Meninggal Kelaparan, Sang Ibu Tak Lagi Punya ASI untuk Menyusui

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Selain krisis obat-obatan, penduduk Palestina di Jalur Gaza tengah menghadapi masalah kelaparan di tengah serangan Israel. Menurut pernyataan dari Euro-Med Human Rights Monitor, jumlah korban penduduk Palestina nan kelaparan diperkirakan meningkat, terutama di kalangan orang tua dan anak-anak.

Menurut laporan terbaru dari Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) nan didukung PBB, peningkatan akibat kelaparan di Gaza mengenai dengan beberapa hal. Mulai dari berkurangnya jasa kesehatan, kurangnya nutrisi dan ketahanan pangan dan peningkatan jumlah kematian akibat penyakit menular.

Selain itu, juga dipengaruhi kurangnya akomodasi kebersihan, seperti kurang akses pada air bersih dan sanitasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi kelaparan ini juga sampai merenggut nyawa, seperti nan dialami bayi laki-laki berumur 5 bulan. Dikutip dari laman Al-Mayadeen, bayi berjulukan Jamal Mahmoud Jamal al-Kafarna itu lahir pada Agustus 2023 di kota Beit Hanoun di Jalur Gaza utara.

Jamal Mahmoud meninggal bumi pada 18 Januari 2024 lantaran kelaparan saat berada berbareng sang ibu. Nenek Jamal, Samah Youssef al-Kafarna, mengatakan bayi itu tidak menerima air susu alias ASI dari ibunya.

Sang ibu tidak bisa lagi menyusui Jamal lantaran dehidrasi akibat kekurangan makanan. Susu formula bayi di sana sangat langka, dan ibunya mulai meminum air asin. Hal itu nan menyebabkan dia tidak bisa lagi memproduksi ASI.

Sebelumnya, Euro-Med melaporkan kota Gaza dan Jalur Gaza bagian utara sedang menghadapi tragedi mengerikan akibat kekurangan air minum. Pendudukan Israel telah menghancurkan semua sumber air lokal dan menolak akses penduduk Palestina di Gaza terhadap sumber air eksternal.

"Seorang anak berumur satu separuh tahun di Gaza juga meninggal kelaparan pada tanggal 30 Desember tahun lalu," kata Euro-Med Monitor.

Organisasi tersebut telah menerima kesaksian bahwa beberapa penduduk lanjut usia Gaza juga meninggal lantaran dehidrasi. Beberapa di antaranya Samira Abu Barbar (59), Issam al-Najjar (63), dan Jawda Zidane Shaker al-Agha (81).

Jana Deeb Qudeih, seorang gadis penderita Cerebral Palsy juga meninggal pada 8 Desember lantaran kekurangan makanan dan oksigen.

Simak Video 'KuTips: 3 Saran Dokter Kulit untuk Obati Jerawat pada Remaja':

[Gambas:Video 20detik]

(sao/suc)