Dermatolog Soroti Bocah 10 Tahun Pakai Skincare Anti-Aging gegara Tren TikTok

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Para mahir dermatologi mengatakan anak-anak berumur 10 tahun merengek meminta orang tua mereka membelikan produk perawatan kulit anti-aging alias anti penuaan nan mahal. Anak-anak tetap mempunyai kulit sensitif sehingga penggunaan skincare anti-aging dapat merusak kulit mereka.

Diberitakan The Guardian, dermatolog menyatakan keprihatinannya bahwa tren tersebut, nan sebagian besar didorong oleh anak wanita nan memandang produk di media sosial, telah membikin anak-anak "terobsesi dengan penuaan". Para mahir merekomendasikan rutinitas perawatan kulit sederhana di usia muda, seperti membersihkan wajah dua kali sehari dan menggunakan pelembab ringan, serta tabir surya jika sinar UV tinggi.

"Ini adalah sesuatu nan saya lihat sepanjang waktu dan sebagai seorang ibu, itu adalah... sesuatu nan juga saya perjuangkan. Saya tertarik dengan kondisi kulit remaja dan memandang banyak remaja dibawa oleh orang tuanya nan menggunakan rutinitas perawatan kulit nan mahal dan ekstensif," kata Dr Emma Wedgeworth, dari British Cosmetic Dermatology Group.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terpisah, Dr Anjali Mahto, konsultan dermatologis di Self London, mengatakan dia sering memandang tren ini di kliniknya, ketika remaja mulai meminta untuk direkomendasikan produk anti penuaan.

Seringkali para remaja mempunyai obsesi nan tidak sehat pada tren anti-penuaan meski usianya tetap muda. Tidak sedikit nan mencari perawatan mahal untuk mengatasi jerawat.

"Saya cemas mereka menggunakan bahan-bahan seperti vitamin C, vitamin A (retinoid) dan masam pengelupas kulit seperti AHA dan BHA. Hal ini tidak diperlukan bagi kulit muda dan menurut saya aspek psikologis dari memulai rutinitas 'anti-penuaan' pada usia muda bakal merugikan. Sayangnya saya memandang lebih banyak remaja di klinik saya nan terobsesi dengan penuaan," ujar Dr Anjali.

"Ini memprihatinkan dan tidak diragukan lagi perihal ini dipicu oleh media sosial," tambahnya.