Dirut BPJS Ungkap Sederet Layanan yang Tak Ditanggung BPJS Kesehatan

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof Ali Ghufron menyebut nyaris seluruh jasa kesehatan ditanggung pemerintah melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama ada indikasi medis. Memang ada beberapa perawatan nan tidak ikut 'dicover', tetapi kebanyakan adalah untuk tujuan estetika.

"BPJS menanggung seluruh jasa atas indikasi medis, tetapi memang ada beberapa nan tidak dijamin. Apa itu? Satu, tidak sesuai dengan prosedur dan peraturan nan berlaku," bebernya dalam akun X resmi BPJS Kesehatan seperti dilihat detikcom Selasa (13/2/2024).

"Kedua, pelayanan nan sifatnya kosmetik biar tambah elok dan tiga infertilitas, ialah kepingin punya anak sebagai contoh," sambung dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prof Ghufron juga menyebut kecelakaan nan sudah dijamin oleh program agunan kecelakaan kerja tidak ikut dibiayai BPJS Kesehatan. Begitu pula untuk program vaksinasi nan sebelumnya ditanggung pemerintah, misalnya vaksin COVID-19. Hanya penerima support iuran BPJS nan tetap mendapatkan faedah tersebut pasca status darurat COVID-19 dicabut.

Sementara untuk perawatan estetik nan tidak masuk dalam tanggungan biaya BPJS Kesehatan adalah ortodonsia alias ortodontis.

"Pemerataan, biasanya pakai kawat gigi, tentu tidak masuk," terang Prof Ghufron.

"Demikian juga jasa nan sudah masuk program nan lain oleh pemerintah sebagai contoh umpamanya vaksinasi COVID-19, gangguan kesehatan akibat menyakiti diri sendiri, upaya alias percobaan bunuh diri," tuturnya, menambahkan.

Gangguan kesehatan akibat kegemaran nan membahayakan juga ditegaskan Prof Ghufron tidak masuk dalam daftar jasa kesehatan nan ditanggung BPJS Kesehatan. Masyarakat diimbau untuk mengedepankan upaya promotif dan preventif, alih-alih menunggu sakit sampai akhirnya perlu menjalani perawatan di RS.

Pembiayaan nan dikeluarkan dari langkah pencegahan jauh lebih tinggi daripada perawatan dan pengobatan.

Simak Video "Begini Syarat Klaim Kacamata BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)