Dokter Ungkap Kebiasaan Masa Kecil yang Bikin Gigi Berantakan saat Dewasa

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Bentuk dan posisi gigi nan sempurna menjadi angan nyaris semua orang. Namun, tanpa disadari ada sejumlah perilaku nan dapat menyebabkan gigi acak-acakan alias tidak teratur.

Spesialis Ortodonti, drg Irwin Lesmono, SpOrt, mengatakan penyebab gigi acak-acakan ada dua, ialah genetik dan lingkungan.

"Lingkungan termasuk kebiasaan buruk," ucapnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (25/1/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

drg Irwin menyebut sejumlah kebiasaan jelek nan memicu gigi acak-acakan kerap kali tak disadari oleh masyarakat.

Kebiasaan tersebut dapat berupa langkah mengunyah nan salah nan diterapkan oleh pasien, kebiasaan ngempeng ibu jari, hingga menggigit bibir bawah. Menurut drg Irwin, kebiasaan ini dapat membikin proporsi susunan gigi menjadi tidak teratur.

"Secara tidak sadar gigi atas itu kedorong ke depan. Gigi bawah kita kedorong masuk. Nanti ujung-ujungnya gigi jadi maju alias tonggos," ucapnya lagi.

Selain itu, bernapas dari mulut juga bisa memicu gigi berantakan. drg Irwin menjelaskan, kebiasaan bernapas dari mulut dapat memicu rongga mulut menjadi sempit.

Kondisi ini memicu tempat tulang gigi menjadi lebih sempit alias lebih kecil, sehingga gigi-gigi nan tumbuh bakal lebih acak-acakan alias menumpuk. Karenanya, dia menyarankan kepada orang tua untuk memperhatikan kebiasaan anak sejak kecil. Apabila sang anak melakukan kebiasaan-kebiasaan jelek seperti ini, sebaiknya diatasi dengan diberi pengertian dengan baik-baik.

"Biasanya kebiasaan ini baru disadari jika sudah manifestasi terlihat di mulut, baru dibawa ke dokter. Jadi sebenarnya ketika memandang anak-anak mini mempunyai kebiasaan jelek seperti ini itu sebisa mungkin diatasi, seperti mengasih tahu, alias dibawa ke master lagi," imbuhnya lagi.

Simak Video "Respons RSHS Bandung soal Viral Pasien Cabut Gigi Bungsu Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)