Hukum Gestalt dalam Ilusi Geometri-optik Marka Chevron

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Tahukah Anda bahwa marka jalan berbentuk garis-garis simetris di atas permukaan aspal dapat meningkatkan kewaspadaan pengendara? Terdiri dari marka melintang alias zebra cross berbentuk garis simetris berderet nan disediakan unik bagi pejalan kaki untuk mendapatkan prioritas saat menyeberang.

Marka membujur berupa garis simetris berwarna putih alias kuning nan berfaedah sebagai garis pemisah antar lajur, garis pengarah, dan garis pembatas tepi jalan.

Marka chevron berbentuk garis serong alias tanda panah nan ditempatkan di ujung jalan pertemuan dua arus lampau lintas berfaedah sebagai peringatan agar kendaraan tidak melintasi area tersebut. Desain marka chevron berbentuk tanda panah ini dapat menciptakan kesan visual spesial ketika tertangkap oleh pandangan mata. 

Menyadur dari Buku Psikologi Pendidikan, Sumadi Suryabrata, B.A., Drs., M.A., Ed.S., Ph.D., PT Raja Grafindo Persada, Jakarta,1993, tentang hukum gestalt, berasas penelitian ditemukan bahwa obyek-obyek pengamatan membentuk gestalt (keseluruhan) menurut prinsip-prinsip tertentu.

Prinsip keterdekatan menunjukkan bahwa obyek nan saling berdekatan merupakan gestalt, prinsip ketertutupan menunjukkan bahwa obyek nan saling menutupi merupakan gestalt, prinsip kesamaan menunjukkan bahwa obyek nan mempunyai kesamaan merupakan gestalt. Dalam hubungan fungsional, obyek pengamatan saling berangkaian secara simultan antara pokok dan latar belakangnya. 

Berdasarkan prinsip tersebut, marka chevron nan terdiri dari serangkaian tanda panah berwarna putih adalah gestalt dan merupakan obyek pokok nan terlihat lebih menonjol bentuknya sehingga menjadi berkesan dan mudah diingat ketika disandingkan dengan permukaan aspal sebagai latar belakangnya.

Perpaduan antara kecepatan laju kendaraan, posisi perspektif pandang, paparan sinar, dan keahlian penyesuaian mata saat menangkap obyek pengamatan (marka chevron) dapat menghasilkan perubahan kesan visual nan disebut dengan ilusi geometri-optik.

Berkat kehebatan kerja otak maka obyek tidak bergerak berupa garis-garis marka chevron nan berdekatan dan mempunyai kesamaan karakter tersebut datang dalam ruang penglihatan secara berkesinambungan dan melampaui periode pemisah sehingga tampak bergerak. Dan konfigurasi rapi marka chevron berbentuk tanda panah tersebut bakal memberikan kesan cembung alias cekung sehingga permukaan jalan terlihat lebih tinggi alias lebih rendah dari nan sebenarnya.

Kondisi ini sangat membantu pengendara dalam mematuhi peraturan lampau lintas ketika berada di area larangan tersebut lantaran driver bakal merespons secara spontan dengan memperlambat laju kendaraannya untuk meningkatkan kewaspadaan sehingga kecelakaan bisa dicegah. Selamat membaca, semoga bermanfaat.