Imbas Foto Mesum Taylor Swift Rekayasa AI, Politisi Desak Aturan Baru

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Washington -

Foto mesum Taylor Swift hasil rekayasa AI sempat beredar luas dan bikin gempar di media sosial. Politisi Amerika Serikat pun menyerukan undang-undang baru untuk mengkriminalisasi pembuatan foto deepfake semacam itu.

Gambar-gambar tersebut diposting di situs media sosial, termasuk X dan Telegram, dan dilihat jutaan kali sebelum dihapus. Anggota parlemen AS Joe Morelle menyebut penyebaran gambar-gambar itu mengerikan.

Pihak X mengatakan pihaknya aktif menghapus gambar-gambar tersebut dan mengambil tindakan nan tepat terhadap akun nan terlibat dalam penyebarannya. "Kami memantau situasi dengan jeli untuk memastikan pelanggaran lebih lanjut segera ditangani, dan konten itu dihapus," sebut X.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikINET dari BBC, salah satu foto Swift dilaporkan dilihat 47 juta kali sebelum dihapus. Nama Taylor Swift tidak lagi dapat dicari di X, berbareng istilah seperti Taylor Swift AI dan Taylor AI.

Deepfake menggunakan kepintaran buatan (AI) untuk membikin video seseorang dengan memanipulasi wajah alias tubuhnya. Sebuah studi tahun 2023 menemukan ada peningkatan 550% dalam pembuatan gambar hasil editan sejak tahun 2019, dipicu kemunculan AI.

Saat ini tidak ada undang-undang federal di AS nan melarang pembagian alias pembuatan gambar deepfake. Di Inggris, pembagian pornografi deepfake menjadi terlarangan sebagai bagian dari Undang-Undang Keamanan Online pada tahun 2023.

Politisi Demokrat Morelle, nan tahun lampau meluncurkan usulan Undang-Undang Pencegahan Deepfakes menyerukan tindakan segera terhadap masalah ini. Dia mengatakan gambar dan video tersebut dapat menyebabkan kerugian emosional, finansial, dan reputasi nan tak dapat diperbaiki dan wanita terkena akibat nan tidak proporsional.

Anggota Kongres dari Partai Republik Tom Kean Jr setuju dan mengatakan bahwa jelas teknologi AI berkembang lebih sigap daripada batas nan diperlukan.

"Apakah korbannya adalah Taylor Swift alias anak muda mana pun di negara kita, kita perlu melakukan tindakan pencegahan untuk melawan tren nan mengkhawatirkan ini," cetusnya.

Swift belum berbincang secara terbuka tentang gambar tersebut, namun Daily Mail melaporkan bahwa timnya sedang "mempertimbangkan tindakan hukum" terhadap situs nan memuat gambar nan dihasilkan AI.

Simak Video "Penguntit Taylor Swift Ditangkap Polisi untuk Ketiga Kalinya!"
[Gambas:Video 20detik]

(fyk/fyk)