Inggris Ungkap Ngerinya Laju Produksi Tank Rusia

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Industri pertahanan Rusia terus ditingkatkan di tengah perang berkepanjangan dengan Ukraina, apalagi produksi tank mencapai taraf nan bisa dibilang mengerikan. Menurut intelijen Inggris, Rusia dapat membikin 100 tank sebulan, sehingga memungkinkan mereka untuk terus menyerang pada tingkat nan sama meskipun menderita kerugian besar.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa pasukan darat Rusia telah kehilangan hingga 365 tank tempur utama sejak awal Oktober, nan berfaedah mereka kehilangan lebih dari 100 tank per bulan. Tapi mereka bisa menggantikannya dengan kecepatan nan sama.

"Rusia mungkin dapat menghasilkan setidaknya 100 MBT (main battle tank) sebulan dan oleh lantaran itu tetap mempertahankan kapabilitas untuk menggantikan kerugian di medan perang dan melanjutkan aktivitas ofensif di masa mendatang," kata mereka nan dikutip detikINET dari Insider.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenhan Inggris menambahkan bahwa Rusia, selain tank, telah kehilangan hingga 700 kendaraan lapis baja sejak Oktober. Sejak melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022, Rusia telah kehilangan sekitar 2.600 tank tempur utama dan 4.900 kendaraan lapis baja lainnya.

Kemampuan Rusia untuk melanjutkan tingkat serangan nan sama muncul ketika support nan diperoleh Ukraina dari negara-negara Barat, nan memberikan tank dan persenjataan nan lebih modern kepada Ukraina,mulai surut.

Ukraina kehilangan tank dan kendaraan jauh lebih sedikit dibandingkan Rusia dalam bentrok tersebut, menurut para pencari senjata dan para ahli. Namun melemahnya support Barat membikin Rusia diuntungkan.

Ukraina perlu support untuk menjaga persenjataan dan armada tank tetap berfungsi. Di Amerika Serikat, Partai Republik menghalangi support baru untuk Ukraina. Pentagon menyebut ini berfaedah tak ada biaya apalagi untuk memperbaiki senjata nan sudah dikirim ke Ukraina. Adapun seorang personil parlemen Jerman mengatakan Ukraina hanya memakai sejumlah mini tank Leopard nan diberikan lantaran kurangnya suku cadang dan lambatnya perbaikan.

Para mahir mengatakan bahwa Rusia mempunyai kelebihan material, industri, dan tenaga kerja dibandingkan Ukraina. Rusia tampaknya bisa memproduksi rudal dalam jumlah nan cukup untuk mengisi kembali persediaannya nan telah habis.

Simak Video "Momen Mencekam Serangan Drone Rusia Hujani Kota-kota di Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]

(fyk/fay)