Internet Jeblok, Menkominfo Bakal Larang Jual Paket di Bawah 100 Mbps

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Kecepatan internet Indonesia terbilang tetap lambat. Hal itu nan membikin pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana untuk melarang penjualan jasa kecepatan internet di bawah 100 Mbps.

Nantinya larangan tersebut bakal diatur dalam regulasi. Adapun, pemisah minimal jasa internet nan diperjualbelikan ini unik ditujukan internet tetap (fixed broadband), bukan seluler.

Bahkan, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi berencana membikin patokan unik terhadap provider agar menghadirkan pemisah minimal jasa fixed broadband 100 Mbps nan diperbolehkan dijual ke pelanggan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Internet ini merupakan kebutuhan pokok, kenapa tetap menjual 5 Mbps, 10 Mbps untuk fixed internet broadband? Kenapa tidak langsung menjual 100 Mbps? Makanya, saya bakal buat kebijakan untuk mengharuskan mereka menjual fixed internet broadband dengan kecepatan 100 Mbps," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya.

Kebijakan tersebut berkaca pada kecepatan internet fixed broadband Indonesia di area Asia Tenggara nan tetap kalah saing.

Menurutnya, kecepatan internet Indonesia tetap rendah dengan nomor 24, 9 Mbps. Kecepatan itu di bawah Philipina, Kamboja, dan Laos, menurutnya Indonesia hanya unggul dari Myanmar dan Timor Leste di area Asia Tenggara.

Oleh lantaran itu, Menkominfo Budi mengatakan Kementerian Kominfo berencana membikin kebijakan bagi seluruh penyedia fixed internet broadband untuk jaringan nan tertutup tidak diperkenankan menjual jasa internet di bawah 100 Mbps.

Belum diketahui kapan patokan larangan penjualan jasa kecepatan internet fixed broadband di bawah 100 Mbps tersebut. Namun nan pasti, Menkominfo bakal meminta masukan kepada penyedia jasa dengan berkomunikasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan operator seluler.

Merujuk pada laporan Speedtest Global Index pada bulan Desember 2023, ranking tetap terbilang kalah di dunia, begitu pun belum bisa berbicara banyak di Asia Tenggara.

Terdapat dua kategori jenis internet nan diukur oleh Ookla, ialah internet mobile nan berasal dari jasa seluler dan fixed broadband alias jasa internet melalui saluran kabel.

Untuk kategori internet mobile, kecepatan internet rata-rata Indonesia mencapai 24,96 Mbps nan membuatnya naik tiga ranking ke posisi ke-97 dari 146 negara di di dunia. Dilihat dari kacamata Asia Tenggara, Indonesia tetap belum cukup ngebut internetnya, kalah dari Singapura, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, Flipina, Brunei, Kamboja. Dan, hanya menang dari Myanmar dan Timor Leste.

Begitu juga di kategori fixed broadband, Indonesia unggul dari Myanmar dan Timor Leste dan keok dari negara lainnya. Per Desember 2023, posisi Indonesia melorot dua ranking menempati ranking ke-126 dari 178 negara di dunia.

Simak Video "Menkominfo Catat Ada 39 Isu Hoaks soal Pemilu di November 2023"
[Gambas:Video 20detik]

(agt/afr)