Kemenkes RI Ungkap Hasil Skrining Kasus Baru Polio, Ini Temuannya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maxi Rein Rondonuwu memastikan tidak ada kasus baru lumpuh layuh akut nan ditemukan di tiga wilayah Indonesia berstatus kejadian luar biasa (KLB), ialah Sampang, Pamekasan, hingga Klaten. Namun, pihaknya melakukan skrining sebagai kehati-hatian penularan virus ke wilayah lain.

Dari masing-masing wilayah diambil 30 sampel sebagai gambaran random menunjukkan situasi polio di ketiga wilayah tersebut. Hasil nan ditemukan di Sampang, teridentifikasi sembilan anak positif polio meski tidak bergejala.

"Tiga wilayah itu apakah ada temuan kasus baru? Kalau kasus baru tidak ada, tapi virus itu nan sudah kita periksa, kita kejar, mencari di anak-anak nan sehat sekitar situ, kita periksa ke laboratorium, dari sampel 30 anak, 9 orang sudah ada positif meskipun mereka tidak bergejala," beber Maxi dalam konvensi pers Senin (25/1/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu menandakan bahwa virus sudah bergerak di wilayah itu, jadi kita juga kejar sampel di situ," sambungnya.

Polio tidak hanya kembali muncul di Indonesia, melainkan Pakistan hingga Afghanistan. Karenanya, pemerintah sudah melakukan SUB PIN polio, imunisasi massal di wilayah KLB dengan cakupan sudah melampaui 70 persen.

Ke depan, pemerintah juga mempertimbangkan untuk tidak lagi memberikan vaksinasi polio oral, menjadi hanya menggunakan inactivated polio vaccine (IPV).

"Tapi itu butuh proses, kita lagi mengkaji berbareng iTAGI, juga memasukkan IPV menjadi juga hexavalent, itu sehingga sekali suntik. Karena lebih dari 20 negara sudah menggunakan hexavalent," tuturnya.

"Kita memang bakal beranjak ke situ, tahun ini kita bakal coba, tapi butuh waktu," pungkas dia.

Simak Video "Kemenkes RI: Satu Kasus Polio Ditemukan Dianggap KLB"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)