Kota Ini Didenda Rp 856 Juta Gegara Menyalahgunakan AI

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Salah satu kota nan berada di Italia didenda, lantaran menyalahgunakan kecerdasan buatan (AI). Kota ini melanggar patokan mengenai perlindungan info dalam proyek pengawasan jalan.

Kota nan dimaksud adalah Trento. Denda nan kudu dibayar cukup besar mencapai 50 ribu euro alias sekitar Rp 856 juta, seperti dilansir detikINET dari Reuters, Sabtu (27/1/2024).

Selain itu, mereka juga diminta untuk menghapus semua info nan telah diperoleh dari dua proyek, nan katanya didanai oleh Uni Eropa ini. Dengan begitu ini menjadi pemerintahan lokal pertama di Italia nan kena hukuman oleh Italian Data Protection Authority (GPDP) mengenai info dari AI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedikit informasi, GPDP merupakan salah satu lembaga Uni Eropa nan paling proaktif dalam menilai kepatuhan platform AI berasosiasi dengan privasi data. Tahun lampau saja, mereka sempat melarang chatbot terkenal seperti ChatGPT di Italia.

Setelah melakukan penyelidikan mendalam terhadap proyek-proyek Torento, GPDP menemukan beragam macam pelanggaran nan berangkaian dengan privasi. Dikatakan bahwa info nan terkumpul tidak cukup anonim, dan dibagikan secara tidak betul kepada pihak ketiga.

Namun sepertinya pemerintah kota bakal berupaya menanggapi keputusan tersebut. Mereka mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengusulkan banding.

"Keputusan regulator menyoroti gimana undang-undang saat ini sama sekali tidak cukup untuk mengatur penggunaan AI untuk menganalisis info dalam jumlah besar dan meningkatkan keamanan kota," katanya dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Italia nan dipimpin oleh Perdana Menteri Giorgia Meloni, mengatakan mereka bakal menyoroti revolusi AI selama kepemimpinannya. Sebelumnya personil parlemen Uni Eropa dan pemerintah pun menyetujui ketentuan sementara untuk mengatur sistem AI seperti ChatGPT.

Mereka mencoba mengambil langkah nan sesuai, untuk menetapkan patokan terhadap teknologi tersebut. Poin krusial nan menjadi hambatan adalah penggunaan AI dalam pengawasan biometrik.

Simak Video "Inovasi AI Mendominasi di Pameran Teknologi CES 2024"
[Gambas:Video 20detik]

(hps/afr)