Mesir, Qatar dapat respons Hamas soal usulan gencatan senjata Gaza

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Istanbul (ANTARA) - Mesir dan Qatar menerima respons dari golongan perlawanan Palestina Hamas dan Jihad Islam mengenai usulan gencatan senjata dan pertukaran sandera, menurut Kementerian Luar Negeri Mesir pada Selasa malam.

Pernyataan kementerian menyebut bahwa sejumlah mediator bakal mempelajari respons tersebut dan berkoordinasi dengan pihak-pihak mengenai terkait langkah selanjutnya.

"Mesir dan Qatar mengonfirmasi bahwa upaya mediasi campuran dengan AS bakal bersambung hingga sebuah kesepakatan dicapai," tambah mereka.

Pada Senin, Dewan Keamanan PBB mengangkat resolusi nan mendukung usulan gencatan senjata Gaza nan disampaikan oleh Presiden AS Joe Biden.

Pada 31 Mei, Biden mengatakan bahwa Israel mengusulkan kesepakatan tiga tahap nan bakal mengakhiri permusuhan di Gaza dan menjamin pembebasan sandera nan ditahan di wilayah kantong pesisir itu.

Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pertukaran sandera-tahanan, dan rekonstruksi Gaza.

Dalam sebuah pernyataan gabungan, Hamas dan Jihad Islam mengatakan delegasi campuran dari aktivitas tersebut telah menyampaikan tanggapan faksi perlawanan Palestina kepada pejabat Qatar dalam pertemuan mereka dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.

Tanggapan tersebut juga disampaikan kepada otoritas Mesir, tambah pernyataan itu.

Menurut pernyataan itu, "tanggapan tersebut mengutamakan kepentingan rakyat Palestina, menekankan perlunya penghentian total agresi nan sedang berjalan terhadap Gaza, dan penarikan pasukan Israel dari seluruh Jalur Gaza."

Sementara Israel bersikeras menginginkan penghentian sementara permusuhan, faksi-faksi tersebut menuntut diakhirinya perang, penarikan tentara Israel, pemulangan para pengungsi ke rumah mereka, support kemanusiaan nan memadai, dan rekonstruksi Gaza sebagai bagian dari perjanjian pertukaran tawanan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu "menegaskan kembali komitmennya" terhadap usulan nan diajukan oleh Presiden Biden dalam pertemuan mereka pada Selasa.

Delegasi Hamas dan Jihad Islam menyatakan kesiapan mereka "untuk terlibat secara positif" guna mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza.

Israel telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya nan terus bersambung di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, meski resolusi Dewan Keamanan PBB menuntut gencatan senjata segera.

Hampir 37.200 penduduk Palestina, nan sebagian besar wanita dan anak-anak, telah tewas di Gaza, dan lebih dari 84.800 lainnya luka-luka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Delapan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur di tengah blokade nan melumpuhkan terhadap akses makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Israel dituding melakukan genosida di Mahkamah Internasional, nan dalam putusan terbarunya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasinya di Rafah, di mana lebih dari satu juta penduduk Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum mereka diserang pada 6 Mei.

Sumber: Anadolu

Baca juga: AS tetap tunggu tanggapan Hamas soal gencatan senjata
Baca juga: Sekjen PBB serukan pihak nan bertikai di Gaza capai gencatan senjata

Penerjemah: Katriana
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2024