Minta Uang Rokok Rp 50 Ribu ke Sopir, Petugas Dishub DKI Disanksi Turun Pangkat

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Suasana di instansi Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

sosmed-whatsapp-green

kumparan Hadir di WA Channel

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sudah rampung melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya nan melakukan pungli di Jalan Daan Mogot Raya, Jakarta Barat. Anggota Dishub tersebut berjulukan Slamet Riyadi. Hasilnya, dia terbukti melakukan pungli.

Petugas Dishub berjulukan Slamet Riyadi itu dikenakan hukuman disiplin berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun. Selain itu, nominal Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) nan diterima oleh Slamet bakal dipotong 30 persen.

"Penjatuhan balasan disiplin tingkat sedang ketiga berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun, dipotong tambahan penghasilan pegawai (TPP) 30 persen dari jumlah TPP bersih nan bakal diterima selama 12 bulan kepada Saudara Slamet Riyadi," kata Plh Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Syaripudin, melalui keterangan nan diterima pada Rabu (12/6).

Syaripudin memastikan hukuman nan dikenakan sudah sesuai dengan patokan sebagaimana tertuang di dalam Pasal 3 huruf d Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Kewajiban Menaati Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan juncto Pasal 5 huruf g tentang Melakukan Pungutan di Luar Ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

"Kami mengucapkan terima kasih atas laporan nan disampaikan melalui media sosial sebagai corak pengawasan masyarakat dan koreksi bagi jejeran Dinas Perhubungan. Kami berkomitmen untuk senantiasa memperbaiki dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat," ucap dia.

Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta Syaripudin di Gedung DRPD DKI Jakarta, Rabu (7/6). Foto: Haya Syahira/kumparan

Aksi pungli Dishub tersebut terjadi di Jalan Daan Mogot Raya, Jakarta Barat, pada Jumat (7/6) lalu. Aksi Slamet terekam oleh kamera. Terlihat, Slamet mengenakan seragam warna biru muda nan dilapisi rompi berwarna oranye. Dia terdengar meminta duit pada pengemudi mobil pikap senilai Rp 50 ribu.

"Kalau mau duit rokok saya gak ada duit, Pak, saya hanya punya duit, ini aja hanya Rp 50 ribu aja buat bensin itu bensinnya kayak gitu, Pak, malah bapak mau minta duit rokok," kata pengemudi mobil pikap.

"Kasih 50 aja buat duit rokok," timpal Slamet.

Mendengar permintaan itu, pengemudi mobil pikap sempat menunjukkan duit nan dibawanya dan hanya tersisa Rp 52 ribu. Sopir mobil pikap itu apalagi mengaku belum mengisi bensin mobil dan makan.

"Saya hanya megang duit Rp 52 ribu ini pak. Nih, Pak. Bapak tetap tega mau minta ini, Pak?" tanya pengemudi mobil pikap.

Seakan tak mengasihani si pengemudi mobil pikap, Slamet kemudian menyinggung soal KIR mobil nan sudah mati. Percakapan di antara keduanya kemudian berhujung ketika Slamet menyadari tingkah polahnya sedang direkam oleh si pengemudi mobil pikap.

"KIR-nya meninggal tahu dari mana?" tanya pengemudi mobil pikap.

"Kerjaan saya, feeling saya, intelijen saya feeling. Feeling lah. Buktinya meninggal kan. Ini mobil tua nih, masa logika aja KIR lulus," kata Slamet.

"Kamu ngerekam mulu," sambung Slamet.