Nahas, Wanita Jalani Operasi Payudara Berujung Komplikasi hingga Putingnya 'Mati'

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Seorang wanita berumur 22 tahun di Inggris mengalami nasib nahas. Ia nan awalnya menjalani operasi untuk mengubah corak payudaranya agar terlihat lebih kecil, kudu berujung nyeri luar biasa gegara kesalahan praktik dokter. Bahkan imbas kecelakaan tersebut, payudaranya sekarang luka terbuka dan mengeluarkan cairan. Apa nan terjadi?

Wanita tersebut adalah Chloe Rose. Gegara mempunyai tetek berukuran banget besar, dia sering merasa sakit di dada nan menjalar hingga punggung. Sejak berumur 18 tahun, dia mau menjalani operasi pengecilan payudara. Namun, cita-citanya itu baru terlaksana ketika dirinya berumur 22 tahun, lantaran dia kudu menabung biaya operasi lebih dulu.

Chloe kemudian menjalani operasi tetek di sebuah klinik ternama di Turki. Selama 12 bulan sebelum operasi, dia sempat berkonsultasi dengan master di klinik tersebut secara online. Namun tak diduganya, pasca operasi, dia mengalami luka luar biasa. Rupanya, mahir bedah dalam prosedur pengecilan tetek tersebut mengangkat terlalu banyak kulit, sehingga sirkulasi darah di area tetek Chloe terputus dan putingnya mati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chloe mengisahkan, dirinya mengalami nekrosis alias kematian jaringan tubuh. Ia pun telah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak klinik mengenai komplikasi nan dialaminya, namun pihak klinik tetap bersikeras bahwa operasi nan telah dijalani Chloe melangkah sempurna.

"Chloe tahu komplikasinya, dia tahu apa nan dia hadapi sehubungan dengan operasinya," kata Collette, ibu dari Chloe, dikutip dari Mirror News UK, Kamis (25/1/2024).

"Apa nan tidak dia duga adalah perlakuan jelek dan pengabaian dari staf nan semestinya membantunya pulih. Saya tidak bisa menggambarkan rasa sakit nan dia alami, hanya saja saya tidak berambisi perihal itu menimpa musuh terburuk saya," imbuhnya.

Collette menjelaskan, pihak klinik sempat meminta lebih banyak biaya agar Chloe bisa menjalani perawatan lebih lanjut di rumah sakit untuk pemulihan. Untuk itu, Collette membuka bantuan agar orang-orang bisa membantu biaya pengobatan Chloe.

"Kami semua sangat terharu bukan hanya atas sumbangan nan diberikan, namun juga kata-kata baik dan upaya nan dilakukan orang-orang untuk memungkinkannya membawanya pulang. Ada reaksi balik, namun cinta dan support nan diberikan kepada kami melampaui segala perihal negatif," tutur Collette.

Setelah keluar dari rumah sakit, Chloe diberikan obat-obatan. Pihak family berharap, kondisi Chloe bisa membaik seiring waktu.

Simak Video "Keringat Ujung Jari Wanita Bisa Bantu Deteksi Kanker Payudara?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)