Olahraga Lari, Investasi Jangka Panjang untuk Kesehatan Jantung

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Jantung nan sehat berkedudukan sangat krusial untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan kehidupan. Salah satu langkah nan terbukti efektif untuk mewujudkannya adalah dengan olahraga lari.

Lari merupakan jenis olahraga nan bisa meningkatkan debar jantung dan kegunaan pompa jantung, sehingga darah dapat tersalurkan ke seluruh tubuh dan sirkulasi darah meningkat. Hal ini tentunya berfaedah untuk memperkuat otot jantung, mengurangi akibat pembekuan darah, serta mengoptimalkan kegunaan jantung.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang nan rutin berolahraga lari mempunyai akibat nan lebih rendah terkena penyakit jantung. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dari Mayapada Hospital Tangerang, dr Aron Husink, SpJP(K), FIHA menjelaskan lari mempengaruhi kesehatan jantung lantaran dapat membantu mengendalikan tekanan darah, menjaga kadar kolesterol baik faktor-faktor lainnya secara signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lari juga efektif untuk membakar kalori dan menjaga berat badan nan sehat, namun kita juga perlu mengetahui lari nan kondusif dan sesuai dengan kondisi tubuh," ujar dr Aron dalam keterangan tertulis, Kamis (25/1/2024).

Dokter Aron menyarankan agar seseorang aware dengan kondisi tubuh sebelum lari, terutama jika mau meningkatkan intensitas dan performa saat berlari. Untuk memastikan kesiapan tubuh dan mengidentifikasi potensi risiko, krusial bagi kita untuk melakukan pemeriksaan bentuk dan mengevaluasi kesehatan, nan mencakup beberapa hal, seperti mengecek tekanan darah, degub jantung, tinggi dan berat badan, juga indeks massa tubuh (IMT).

"Pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) krusial dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung dan membantu mendeteksi gangguan irama jantung alias gangguan lainnya pada jantung. Pemeriksaan lebih lanjut seperti tes treadmill dan berkonsultasi dengan master ahli jantung juga perlu dilakukan bagi nan mempunyai riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, glukosuria melitus," ujar master Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dari Mayapada Hospital Surabaya dr Samuel Sudanawidjaja, SpJP(K), FIHA, FSCAI.

Pemeriksaan bentuk sebelum olahraga lari kerap diabaikan, padahal seseorang perlu waspada terhadap indikasi penyakit jantung nan bisa diakibatkan oleh olahraga lari. Berkaitan dengan perihal ini, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dan Perawatan Darurat Kardiovaskular dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Vireza Pratama, SpJP (K), FIHA, FASCC, FSCAI memaparkan gejala-gejala nan dapat timbul seperti sesak napas, degub jantung tidak teratur, pusing alias pingsan setelah berlari, mual muntah, perut terasa tidak nyaman, dan rasa nyeri alias tekanan pada dada nan tidak lenyap meski sudah berakhir berlari.

Ketika merasakan gejala-gejala tersebut, segeralah berakhir berlari, periksakan diri ke akomodasi jasa kesehatan terdekat, dan konsultasikan dengan master ahli jantung untuk mendapatkan penanganan medis dengan tepat dan cepat.

dr Aron, dr Samuel, dr Vireza serta ahli jantung lainnya nan berpraktik di Mayapada Hospital dapat menjadi pilihan nan tepat untuk kita berkonsultasi dan memastikan kesehatan jantung. Sebagai rumah sakit berstandar internasional, Mayapada Hospital mempunyai jasa unggulan Cardiovascular Center sebagai pusat jasa kesehatan terpadu unik untuk menangani penyakit jantung nan dilengkapi dengan master ahli dan subspesialis nan ahli, peralatan canggih dengan teknologi terkini, dan menyediakan jasa kegawatdaruratan jantung nan selalu siaga 24 jam.

Layanan Cardiac Emergency Mayapada Hospital telah terlatih dalam menangani kasus kegawatdaruratan jantung dengan cepat, tepat, dengan tindakan primary PCI serta mempunyai standar protokol Door to Balloon kurang dari 90 menit.

(Content Promotion/Mayapada Hospital)