Riset INDEF Sebut 50% UMKM Pilih Shopee Jadi Platform buat Jualan Online

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) nan bertemakan 'Peran Platform Digital terhadap Pengembangan UMKM di Indonesia' mengungkapkan 34,25% pelaku UMKM memilih aplikasi digital seperti aplikasi e-commerce dan media sosial sebagai tempat utama untuk berdagang secara online. Riset ini menemukan 50% UMKM alias lebih dari separuh total responden memilih Shopee sebagai platform utama mereka untuk berdagang online dalam satu tahun terakhir.

Selain aplikasi e-commerce, para pelaku UMKM juga aktif menggunakan media sosial seperti FB Marketplace dan IG Marketplace sebagai platform berdagang online. Digitalisasi UMKM mendorong ekonomi digital di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan nan positif dari tahun ke tahun.

Peneliti Center of Digital Economy and SMEs INDEF, Izzudin Farras mengungkapkan terlepas dari pertumbuhan ini, keahlian digital tetap menjadi tantangan bagi UMKM untuk bisa masuk dalam digitalisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satu langkah nan dapat dilakukan oleh pelaku UMKM untuk menghadapi persaingan upaya adalah dengan mengikuti program edukasi alias training UMKM nan diadakan oleh beragam platform e-commerce," ujar Izzudin dalam keterangan tertulis, Minggu (28/11/2024).

Berdasarkan riset tersebut, sejumlah tantangan utama antara lain ketatnya persaingan antar pelaku upaya dalam platform digital (96,46 persen) dan kurangnya keahlian tenaga kerja dalam penggunaan platform digital (83,46 persen).

Namun, Izzudin juga mengatakan saat ini sudah semakin banyak pelaku UMKM nan sadar bakal pentingnya penggunaan platform digital dan akibat positif digitalisasi dalam upaya mereka. Oleh lantaran itu, para pelaku UMKM diharapkan dapat terus melakukan penemuan dari segi produk, jasa hingga strategi untuk menggaet pengguna di tengah persaingan upaya online nan semakin ketat.

Adapun Google, Temasek, dan Bain memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia bakal tumbuh menjadi USD 109 miliar pada 2025. Bahkan pada 2030, ekonomi digital Indonesia diperkirakan bakal menyentuh nomor USD 210 miliar hingga USD 360 miliar.

Lalu, pertumbuhan itu tak terlepas dari tingginya nilai transaksi sektor e-commerce nan sudah menjadi kontributor utama dalam ekosistem ekonomi digital Tanah Air. Kehadiran platform e-commerce ini juga telah membuka banyak kesempatan bagi pelaku UMKM untuk semakin mengembangkan bisnisnya secara online.


Selain aplikasi e-commerce Shopee, aplikasi media sosial seperti FB Marketplace (33,46%), IG Shop (28,74%), dan TikTok Shop (20,87%) menempati posisi kedua hingga keempat secara berurutan, sebagai tempat berdagang online nan paling banyak digunakan oleh pelaku UMKM selama satu tahun terakhir. Aplikasi media sosial FB dan IG memungkinkan para penggunanya melakukan pemasaran upaya melalui beragam fitur seperti Feed, Story, maupun Marketplace/Shop.

Lebih lanjut, Riset INDEF juga menganalisis tempat berdagang online nan 'paling sering digunakan'. Berdasarkan hasil riset itu. Shopee konsisten menempati posisi pertama sebagai aplikasi nan paling banyak digunakan oleh para pelaku UMKM dengan persentase sebesar 36,22%, diikuti oleh FB Marketplace (18,50%) dan Online Food Delivery (16,93%), seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.

IStimewaDiskusi Publik Riset INDEF: Peran Platform Digital terhadap Pengembangan UMKM di Indonesia Foto: Istimewa

Sementara, merujuk pada hasil riset INDEF, pelaku UMKM mempunyai tiga argumen utama menerapkan digitalisasi dalam bisnisnya. Alasannya antara lain meliputi kepraktisan dalam berdagang secara online (79,13%), eksposur/trafik nan lebih luas (72,83%), dan potensi pertumbuhan upaya nan lebih sigap (69,69%).

(akn/ega)