Selama 2023, Pencurian Aset Kripto Tembus Rp 26,9 Triliun

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Pencurian aset kripto oleh hacker nan terjadi selama 2023 mencapai USD 1,7 miliar, alias sekitar Rp 26,9 triliun.

Meski angkanya terlihat sangat tinggi, menurut Chainalysis, pencurian ini menurun hingga 54,3% dibanding tahun 2022. Meski begitu, jumlah kejadian pencurian lewat peretasan ini meningkat dari 219 pada 2022 menjadi 231 insiden.

Serangan siber adalah masalah nan tetap tetap ada di industri kripto, dan peretasan besar-besaran adalah salah satu argumen banyak pemerintah di beragam negara tak menyukai kripto, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (26/1/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Negara asal peretasan nan berujung pada pencurian aset mata uang digital ini salah satunya adalah Korea Utara, nan jumlahnya meningkat menjadi 20 alias tertinggi dalam sejarah. Jumlah aset mata uang digital nan dicuri mencapai USD 1 miliar, turun dari USD 1,7 miliar nan terjadi pada 2022.

Salah satunya terjadi pada September 2023 lalu, ialah pencurian aset mata uang digital senilai USD 70 juta alias sekitar Rp 1 triliun dari exchanger mata uang digital CoinEx nan pelakunya diduga adalah hacker Korut.

CoinEx, exchanger mata uang digital nan berbasis di Hong Kong, mengaku dompet digital tempat menyimpan mata uang digital mereka diretas. Pengakuan CoinEx ini diungkap lewat X/Twitter, dan mereka mengaku jumlah kerugiannya mencapai USD 70 juta, nan menurut klaim mereka hanyalah sebagian mini dari total asetnya.

Menurut perusahaan penelitian blockchain Elliptic, pelaku peretasan ini, dari hasil penyelidikan mereka, mengarah ke Lazarus Group, geng hacker nan mengenai dengan Korea Utara.

Sementara CoinEx tak menyebut siapa pihak nan diduga melakukan serangan ini. Namun mereka mengaku sudah mengetahui hasil penyelidikan dari beberapa perusahaan keamanan, nan menyebut pelakunya adalah geng hacker dari Korea Utara.

"Identitas hacker sampai sekarang tetap ada dalam tahap investigasi," kata CoinEx dalam keterangan resminya, saat itu.

Simak Video "Sudah Rugikan Negara, Langkah Blokir Exchanger Asing Dianggap Kurang Ampuh"
[Gambas:Video 20detik]

(asj/asj)