Selamat Tinggal Ingenuity, Helikopter NASA Pengukir Sejarah di Mars

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

NASA telah menonaktifkan alias mematikan helikopter pertama mereka nan berada di planet Mars, Ingenuity. Helikopter tersebut merupakan wahana pertama milik NASA nan ditugaskan untuk mengambil pencitraan mengenai planet Mars.

Penonaktifan helikopter tersebut disebabkan oleh kerusakan pada salah satu bilah rotor dalam sebuah proses pendaratan. Akibatnya Ingenuity tidak lagi bisa terbang seperti tertera pada sebuah info di laman resmi NASA, Jumat (26/1/2023).

"Perjalanan berhistoris Ingenuity, pesawat pertama di planet lain, telah berakhir," ungkap Administrator NASA, Bill Nelson.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Ingenuity mengirimkan hasil pencitraan terakhir pada 18 Januari lalu, hasil pencitraan tersebut nan menunjukkan bahwa terdapat kerusakan pada salah satu bilah rotor Ingenuity.

Bill Nelson juga mengatakan bahwa Ingenuity sangat berjasa bagi penelitian tentang masa depan eksplorasi manusia di Mars dengan aman.

"Helikopter luar biasa itu terbang lebih tinggi dan lebih jauh dari nan pernah kita bayangkan dan membantu NASA melakukan nan terbaik, membikin nan tidak mungkin, menjadi mungkin. Melalui misi seperti Ingenuity, NASA membuka jalan bagi penerbangan masa depan di tata surya kita dan eksplorasi manusia nan lebih pandai dan lebih kondusif ke Mars dan sekitarnya," tambahnya.

Helikopter tersebut sudah melewati 72 penerbangan untuk mengambil pencitraan Mars selama tiga tahun. Ingenuity pertama kali tiba di Mars pada 18 Februari 2021 nan mana perihal itu membuktikan bahwa penerbangan terkontrol di Mars sangatlah mungkin.

Laurie Leshin, Direktur Jet Propulsion NASA mengatakan bahwa dalam operasi Ingenuity di Mars, timnya telah melakukan beragam dorongan untuk Ingenuity melewati batas-batas setiap harinya. Hal itu merupakan upaya timnya membangun penemuan mengenai pencitraan Mars.

"Inovasi adalah jantung dari apa nan kita lakukan, Ingenuity adalah contoh langkah kami mendorong batas-batas apa nan mungkin setiap hari. Saya sangat bangga dengan tim kami di kembali pencapaian teknologi berhistoris ini dan mau memandang apa nan bakal mereka ciptakan selanjutnya," ungkap Leshin.

Pasca penonaktifan Ingenuity, NASA bakal menyelidiki penyebab kesalahan pada saat Ingenuity touchdown nan menyebabkan rotornya rusak serta penyebab putusnya saluran komunikasi.

Simak Video "NASA Tunda Misi Kirim Manusia ke Bulan Hingga 2025"
[Gambas:Video 20detik]

(fyk/fay)