Serangan Israel Nggak Kelar-kelar, Warga Gaza Terancam Mati Kedinginan

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Serangan tanpa henti di prasarana dan cuaca dingin di Gaza membikin wilayah Palestina betul-betul tidak bisa dihuni. Hal ini disampaikan oleh PBB pada Jumat (26/1/2024).

"Saya cemas bakal lebih banyak penduduk sipil nan tewas," kata Ajith Sunghay, kepala Kantor Hak Asasi Manusia PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina.

"Serangan nan terus menerus terhadap akomodasi nan dilindungi secara khusus, seperti rumah sakit, bakal membunuh penduduk sipil, dan bakal ada akibat nan lebih besar terhadap akses terhadap jasa kesehatan, keselamatan dan keamanan pada umumnya bagi penduduk Palestina," jelasnya nan dikutip dari laman Al-Arabiya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas kesehatan Gaza mengungkapkan serangan tanpa henti dari Israel telah membunuh lebih dari 26.000 penduduk Palestina. Hal ini juga merusak akomodasi kesehatan, menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, hingga obat-obatan.

Selain itu, Sunghay juga prihatin dengan akibat hujan dan cuaca dingin di Gaza. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya akomodasi nan bisa digunakan sebagai tempat berlindung.

"Hal ini sudah dapat diprediksi pada saat ini, dan berisiko membikin situasi nan sudah tidak sehat menjadi tidak dapat dihuni lagi oleh masyarakat," kata Sunghay.

"Sebagian besar tidak mempunyai busana hangat alias selimut. Gaza Utara, tempat pemboman (Israel) terus berlanjut, nyaris tidak dapat diakses, apalagi untuk memberikan support kemanusiaan dasar."

Sunghay mengatakan kondisi saat ini ini bisa menjadi bencana, jika pemboman alias serangan terus berjalan.

Simak Video "70% RS di Jalur Gaza Tak Beroperasi-250 Ribu Rumah Luluh Lantak"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)