Serangan Jantung Paling Sering Terjadi Senin Pagi, Benarkah? Ini Faktanya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Serangan jantung bisa terjadi kapan saja, di mana saja. Namun dalam sejumlah penelitian, terungkap bahwa Senin dan pagi hari merupakan waktu-waktu paling rawan terjadinya serangan jantung nan mematikan.

Salah satu penelitian nan mengungkap perihal tersebut dipresentasikan dalam British Cardiovascular Society (BCS) baru-baru ini. Penelitian tersebut melibatkan 10 ribu lebih pasien di seluruh penjuru Irlandia, nan diamati antara 2013-2018.

Hasilnya, ditemukan lonjakan kasus ST-segment elevation myocardial infarction (STEMI), salah satu jenis serangan jantung paling serius, paling tinggi pada hari Senin. Jumlah kasus nan tinggi juga teramati pada hari Minggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenomena ini dikenal juga dengan istilah Blue Monday. Para intelektual hingga saat ini tidak bisa menjelaskan secara pasti, kenapa serangan jantung STEMI lebih sering terjadi pada hari Senin, namun diyakini berasosiasi dengan ritme sirkadian nan mengatur siklus tidur-bangun.

"Kami menemukan hubungan statistik nan kuat antara awal pekan bekerja, dengan kejadian STEMI. Ini sudah dideskripsikan sebelumnya, tapi tetap bikin penasaran," kata Dr Jack Laffan nan memimpin penelitian tersebut, dikutip dari Eurekalert.

NEXT: Jadi betul serangan jantung meningkat hari Senin? Ternyata nggak juga tuh

Simak Video "Penjelasan Ahli soal Mitos-mitos Terkait Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]