Sering Kalap Saat Makan Bareng Teman-Orang Terdekat? Ada Penjelasan Ilmiahnya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta -

Sering menjadi pertanyaan, kenapa ketika makan dengan kawan dan orang terdekat nafsu makan mendadak meningkat? Sementara saat sendirian, porsi makan nan masuk ke tubuh jauh lebih sedikit.

Peneliti dari Health Collaborative Center Ray Wagiu Basrowi menyebut manusia merupakan makhluk sosial nan senang berkumpul. Sejumlah riset menunjukkan makan berbareng juga menurunkan hormon kortisol akibat stres.

"Saat makan bersama, jadi lebih menikmati, enzim (pencernaan) keluar maksimal jika lagi happy. Pencernaan jadi lebih bagus, (makan) lebih banyak," kata dr Ray di sela jumpa media di restoran Beautika, Jakarta Selatan, Rabu (24/1/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, orang bakal condong mengikuti orang nan makan makanan sehat. Sebagai contoh, ketika berada di momen nonton bareng, satu orang memutuskan menyantap buah pangkas untuk camilan, otomatis nan lainnya juga bakal mengikuti.

"Ketika kita berkomunal, berkumpul, perilaku nan baik memengaruhi perilaku komunitas," beber dia.

Makan berbareng kawan juga menjadi langkah untuk mempraktikkan mindful eating. Metode ini membikin perilaku makan seseorang menjadi penuh kesadaran, namalain tidak secara emosional.

Walhasil, kebutuhan gizi dan nutrisi terpenuhi. Meski beberapa kali sering diselingi mengobrol, perihal ini tidak mengganggu perilaku mindful eating tersebut.

Hal ini disebutnya penting, mengingat emotional eater bisa berisiko dalam jangka panjang, termasuk meningkatkan kemungkinan terkena penyakit kronis seperti glukosuria sampai masalah jantung. Riset nan baru-baru ini dilakukan HCC juga menemukan 47 persen orang Indonesia belum menerapkan mindful eating.

"Emotional eating ini menjadikan makan dan ritual makan bukan untuk menikmati unsur gizi di makanan. Proses makan itu bagian dari kompensasi emosi, bisa stres, marah," jelas dr Ray.

Tidak hanya mengenai secara fisik, tetapi juga secara psikis terdampak termasuk akibat stres meningkat 2,5 kali lipat.

Simak Video "Anak Susah Makan? Yuk Simak Tips Dokter Reisa Berikut Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)