Tahap Perkembangan Bayi dari 0 - 12 Bulan, Sudah Bisa Apa Saja?

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Jakarta -

Bayi bakal bertumbuh dan berubah setiap bulannya, dengan membawa perkembangan baru. Biasanya, dibutuhkan sekitar 12 bulan untuk bayi menjalani transformasi tersebut sebelum menjadi balita.

Para orang tua tentu mau tahu gimana langkah mengetahui perkembangan bayi mereka sesuai dengan usianya.

Walaupun sejatinya setiap bayi punya kecepatan perkembangannya masing-masing, namun ada tahapan tertentu nan digunakan para mahir sebagai panduan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perkembangan Bayi Baru Lahir

Bayi nan baru lahir tentu tetap dalam tahap penyesuaian kehidupan di luar kandungan.

Menurut situs Parents, bayi sudah mencapai tonggak sejarah di bulan pertamanya, seperti membikin bunyi baru dan memfokuskan mata.

  • Minggu 1: Bayi sudah bisa mengenali bunyi orang tua. Keakraban tersebut bisa membantu mereka untuk menyesuaikan diri dengan bumi baru di luar rahim.
  • Minggu 2: bayi bisa konsentrasi pada objek nan berjarak 8-14 inci, alias sekitar jarak antara matanya dan mata ibu saat menyusu.
  • Minggu 3: Bayi sudah bisa mulai meringkuk pada minggu ketiga, walaupun gerakannya tetap acak-acakan dan tersentak-sentak.
  • Minggu 4: sekitar minggu keempat, bayi mungkin bersuara dan mengeluarkan bunyi "ahh", terutama saat mereka memandang orang tuanya.

Dirangkum dari tabel laman kesehatan WebMD nan isinya telah ditinjau secara medis oleh Carol DerSarkissian, MD, berikut merupakan tahapan perkembangan bayi hingga 12 bulan:

Perkembangan Bayi 1 - 3 Bulan

Usia 1 - 3 bulan merupakan tahapan perkembangan pertama. Saat ini, tubuh dan otak bayi sedang belajar hidup di bumi luar.

Pada usia 1 bulan, bayi diharapkan bisa mencapai beberapa pencapaian menarik, seperti aktivitas nan lebih halus, senyuman, dan mengangkat kepala.

Berikut adalah rincian tahap perkembangan bayi antara 1 - 3 bulan, di mana dia mungkin bisa menunjukkan hal-hal berikut:

  • Senyum (awalnya hanya untuk diri sendiri, tapi dalam waktu 3 bulan mereka bakal tersenyum sebagai respons).
  • Angkat kepala dan dada saat mereka tengkurap.
  • Membuka dan menutup tangan, serta mendekatkan tangan ke mulut mereka.
  • Melacak objek dengan mata, dan secara berjenjang mengurangi menjulingkan mata.
  • Memegang barang di tangan.
  • Menggesek alias meraih barang nan menggantung, meskipun biasanya mereka belum bisa untuk mendapatkannya.

Perkembangan Bayi 4 - 6 Bulan

Di tahap ini, bayi bisa untuk belajar menjangkau dan memanipulasi bumi di sekitarnya. Terutama menguasai tangan dan menemukan suara.

Dari usia 4 - 6 bulan, bayi mungkin akan:

  • Berguling dari depan ke belakang alias atau sebaliknya.
  • Berceloteh, dengan mengeluarkan bunyi nan terdengar seperti bahasa nyata.
  • Tertawa.
  • Menjangkau/mengambil benda, memanipulasi mainan, dan barang lain dengan tangan mereka.
  • Duduk (dengan memberikan sandaran di punggung dan kepala dengan baik).

Perkembangan Bayi 7 - 9 Bulan

Si mini di tahap 7 sampai 9 bulan biasanya bakal menjadi baby on the go. Setelah tahu mereka bisa mencapai sesuatu dengan berguling, selanjutnya mereka bakal memikirkan langkah untuk bergerak.

Biasanya mereka bakal melakukan hal-hal berikut:

  • Mulai merangkak.
  • Duduk sendiri tanpa dukungan/sandaran.
  • Menanggapi kata-kata familiar seperti namanya, alias mungkin mulai mengoceh "mama" alias "papa".
  • Bertepuk tangan dan mencoba memainkan tangannya.
  • Belajar bergerak ke posisi berdiri.

Perkembangan Bayi 10 - 12 Bulan

Pada tahap perkembangan bayi terakhir di tahun pertamanya, bayi sudah cukup mengalami transisi. Mereka mungkin terlihat dan bertindak lebih seperti balita.

Adapun perkembangan bayi 10 -12 ialah mereka sedang belajar untuk:

  • Menguasai "genggaman menjepit", seperti memegang barang mini contohnya sereal berbentuk O di antara ibu jari dan telunjuk.
  • Mengucapkan satu alias dua kata.
  • Bergerak mengelilingi ruangan sembari berpegangan dengan suatu benda.
  • Menunjuk objek nan mereka mau untuk menarik perhatian.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Anak

Biasanya orang tua bakal khawatir, jika bayinya tidak mencapai tonggak pertumbuhan alias perkembangan dari waktu nan seharusnya.

Dokter anak dan salah satu penulis Heading Home with Your Newborn, Jennifer Shu, MD, menyarankan untuk mengkonsultasikan perihal tersebut dengan dokter.

"Jika Anda betul-betul merasa ada nan tidak beres, bicarakanlah dengan dokter. Karena jika ada masalah, kami mau mengetahuinya sesegera mungkin," kata Shu dikutip dari laman Grow by WebMD.

Pasalnya, intervensi awal merupakan perihal nan terbaik. Namun, orang tualah nan bakal mengenal anaknya lebih baik daripada siapa pun.

Sebagai catatan, para orang tua jangan terlalu cemas jika bayinya tidak mencapai setiap pencapaian pada minggu nan disarankan pedoman perkembangan bayi tadi.

Pasalnya, setiap anak itu unik. Ada beberapa bayi nan bisa mencapai tahap tertentu lebih sigap dan ada juga untuk mencapai tahap lainnya lebih lambat.

Simak Video "Stres Hadapi Hasil Quick Count Pemilu, Perlukah Batasi Penggunaan Medsos?"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/inf)